..::Kesejukan::..

Wednesday, May 13, 2009

Nikmatnya menjadi Tong Sampah Masalah Orang lain

Salah 1 keasyikan tersendiri menjadi tong sampah masalah orang lain adalah qta mendengarkan impian - impian tulus mereka dan terkadang impian mereka menjadi salah satu cambuk yang baik untukku.

Kemarin, barusan menjadi tong sampah Masalah lagi. Ku ingin share pada semuanya tentu setelah ku dapat izin dari yang si empunya kisah. Ku tidak ingin menceritakan semuanya tapi ku hanya ingin menceritakan impiannya. Impiannya tentang sebuah keluarga.

Diapun berkata dengan malu - malu 'betapa sejuknya jiwa dan pikiran setelah sholat subuh di mesjid bareng suami. Lalu setelah itu saya dan suami saling mengecek hafalan Qur'an dan hafalan hadist di teras mesjid sambil udara subuh membelai - belai kami' matanyapun berbinar - binar 'lalu kami pulang kerumah dengan jalan kaki sambil telapak tangan kirinya menggenggam dengan lembut telapak tangan kananku' diapun tersipu malu

'selalu ingat mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, selalu saling memberi semangat untuk menghadiri LiQo. Saling membangunkan untuk bermunajat pada Allah pada malam - malam yang orang lain terlelap dalam tidur mereka. Dia mampu menjaga Izzah (kemuliaan) dirinya dan juga Izzah (kemuliaan) diriku, bersahur dan bershaum senin kamis bersama. Kami diberikan kemudahan oleh Allah beribadah dalam segala hal dan bidang Dan semoga Allah menjodohkan kami kembali di surga. Lalu kamipun diberikan jundi (anak2) yang usia 5 tahun dah hafal Al Qur'an dan hafalan itu tidak hanya dikerongkongan tapi juga mengakar di hati dan jiwanya '

dia tiba - tiba menatapku 'hmm ukhti, adakah Allah memberikanku pendamping seperti itu ?'

belum sempat ku jawab, dia sudah mengeluarkan pertanyaan lagi 'bisakah ku mendidik jundiku seperti itu ?'

ku tersenyum padanya 'ukhti, ingatkah engkau perkataan Rasulullah tentang anak - anak itu dilahirkan secara fitrah kemudian orangtuanyalah yang mendidik mereka menjadi yahudi atau nasrani ?'

dia mengangguk mantap kemudian berkata 'ya ku ingat, orangtuanyalah yang mendidik mereka, jika saya ingin punya jundi yang bisa hafal Qur'an tidak hanya dikerongkongan tapi juga mengakar sampe di hati dan jiwa maka terlebih dahulu saya yang harus seperti itu,karena saya adalah madrasah pertama bagi mereka'

subhanallah,akhwat yang cerdas, bisikku dalam hati 'tapi adakah Allah memberikanku pendamping seperti itu ? Hmm... Terlalu idealis sepertinya....' lanjutnya lagi


Kali ini ku diam dan berfikir sejenak 'ukhti' kataku tiba - tiba 'ingatkah engkau tentang asbabun nuzul QS.An Nur ayat 11 sampai ayat 26 ?'


Dia diam sejenak, mungkin sinaps - sinapsnya sedang bekerja 'Ayat - ayat itu turun karena Allah membersihkan ummul mukminin 'Aisyah dari tuduhan keji. Ku ingat kisah itu tapi ku lupa hadistnya,semoga Allah memaafkan qta berdua' jawabnya

'amin, benar sekali ukh. diayat yang ke 26, Allah berfirman yang artinya perempuan - perempuan yang jahat adalah bagi laki - laki yang jahat, dan laki - laki yang jahat adalah bagi perempuan - perempuan yang jahat. Dan perempuan - perempuan yang baik adalah bagi laki - laki yang baik. Dan laki - laki yang baik adalah bagi perempuan - perempuan yang baik. Simpelnya gini, jika qta ingin mendapatkan suami yang baik, maka qta harus jadi baik dulu. Baik menurut pandangan Allah tentunya'

Dia mengangguk dengan mantap 'anti benar. Tidak mungkin Allah yang turun tangan langsung untuk membersihkan ummul mukminin jika beliau tidak punya keutamaan seperti yang dimiliki oleh Rasulullah. Allah membersihkan Maryam dari tuduhan keji melalui lisan Isa bin Maryam sewaktu ia masih dalam gendongan. Dan Allah membersihkan Nabi Yusuf 'alaihi salam melalui lisan seorang keluarga Zulaikha. Salah satu keutamaan Rasulullah adalah beliau adalah penutup dari para Nabi, entahlah apa keutamaan dari Ummul Mukminin 'Aisyah tapi yang pasti Allah yang turun tangan langsung membersihkannya'

'jadi kesimpulannya ?' tanyaku

'jika ingin mendapat pendamping hidup yang baik maka qta harus jadi baik dulu. Baik menurut pandangan Allah'

'yup benar, dan kata orang, pasangan hidup kita adalah cerminan dari diri qta, karena qta adalah bagian dari dirinya, qta adalah tulang rusuk kirinya yang hilang'



Subhanallah... Nikmatnya menjadi tong sampah masalah...

Labels:

posted by Indah Moidady at 8:01 PM 2 comments

Friday, August 22, 2008

Mencintai sejantan Ali

dari blog FS nya Ust.Salim A Fillah

kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,
maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,
pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:
selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
-M. Anis Matta-

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!

Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

'Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.

”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.

Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.
’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.

Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”

’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.

”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”

”Aku?”, tanyanya tak yakin.

”Ya. Engkau wahai saudaraku!”

”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”

”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah.

Ya, menikahi.

Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.

Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.
Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”

”Entahlah..”

”Apa maksudmu?”

”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”

”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,

”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan.

Yang pertama adalah pengorbanan.

Yang kedua adalah keberanian.

Dan bagi pencinta sejati, selalu ada yang manis dalam mencecap keduanya.

Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita..


Labels:

posted by Indah Moidady at 3:27 PM 0 comments

Tuesday, May 06, 2008

How Cute are You ??

Dalam memilih pasangan hidup, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam sudah menetapkan beberapa kriteria seperti yang dijelaskan dalam hadist, yaitu wanita yang baik agamanya "Tetapi pilihlah yang baik agamanya"

Secara manusiawi, memang tidak salah menetapkan kriteria untuk pasangan hidup kita. Karena ia lah yang akan menemani setiap langkah yang akan kita ambil dalam kehidupan kita, ia lah yang kan menemani kita melewati jalan panjang nan berliku ini, dan ia pulalah yang kan menemani kita dalam perjalanan menuju JannahNya. Tapi, dalam hal penentuan kriteria ini seharusnya kita sadar dan mengerti bahwa akhlaq dan agama lah yang menjadi standar baku kita untuk menentukan pasangan hidup kita. Kalo dapat yang bagus agama dan akhlaknya plus cute yah alhamdulillah. Tapi, kalo pada saat ta'aruf, ternyata ia tidak cute tapi kalo akhlak dan agamanya bagus, why not ?


Terkadang, ada beberapa ikhwan yang menetapkan kriteria harus dokter atau akhwatnya minimal mahasiswi kedokteran plus cantik.

Hey... Whats going on ?
Whats the maksud neh bro ?

Kriteria boleh - boleh aja, tapi jangan spesifik gitu dong, kasihan akhwat - akhwat yang bukan anak kedokteran but actually akhwat - akhwat tuh are a lucky girls because mereka tidak mendapatkan ikhwan like you yang terlalu banyak menuntut, harus kedokteranlah, plus cantik.
How cute are you ?!

Hal ini pernah juga di bahas ustad dalam sebuah daurah, saya lupa judulnya apa. Ustad berkata seperti ini, 'ada seorang ikhwan datang kepada saya dan berkata "ustad, saya mau menikah tapi kriterianya gini - gini..." biasa kriteria yang diajukan sampe 26 kriteria, harus dokterlah, inilah, itulah'

Realistislah bro, akhwat di kedokteran itu sedikit, itupun ada beberapa yang sudah menemukan tulang rusuknya.

Atau agar terlihat lebih manusiawi dikit, kriterianya gini aja bro "akhlak dan agamanya bagus plus good looking"

Nah, arti dari good looking ini kan begitu luas dan tidak spesifik cantik. Good looking itu artinya enak dipandang. Orang rapi enak dipandang, orang yang busananya matching juga enak dipandang, coba deh bayangkan, jika ada seseorang di siang bolong yang memakai baju warna kuning terang, rok nya warna hijau stabilo plus jilbabnya warna merah api, enak dipandang gak ? Gak enak kan?

Bangsa akhwat pun, jangan menetapkan kriteria yang tinggi - tinggi, harus berkpribadianlah, artinya punya mobil pribadi, punya motor pribadi, punya rumah pribadi, punya rumahsakit milik pribadi, punya perusahaan pribadi. Matre banget seh... Atau, ikhwannya pokoknya harus dokter !
Hey, how cute are you, ukhti ?

Yang penting, jika akhlaknya dan agamanya baik why not ? Karena insya Allah itu kan membawa kebahagiaan dunia akhirat, dan ketenangan hidup.

Hehehehe sok tua banget seh saya, soalnya Saya heran, dalam hal ta'aruf atau yang berbau - bau walimahan, pasti saya diseret oleh beberapa pihak, entah di berikan tugas sebagai detektif, diberikan tugas untuk cari artikel - artikel atau buku - buku yang berbau walimahan untuk menguatkan mental, menemani akhwat perawatan untuk persiapan, ataupun hanya sekedar pendengar setia setelah proses ta'aruf, tapi yang paling banyak seh jadi detektif, mencari informasi tambahan yang belum didapatkan.


Sudah pernah baca artikel "bone of my bone" ? Kalo belum pernah baca, sebaiknya dibaca deh. Dan artikel itu ada benarnya, pasangan kita adalah cermin dari diri kita. Saya percaya dengan itu, karena sudah banyak bukti yang saya temukan, karena saking banyaknya menemani akhwat melewati masa - masa ta'aruf mereka hehehehehe.

Tulisan ini bukan untuk memojokkan orang - orang yang sudah menetapkan kriteria bahwa pasangan hidupnya haruslah dokter plus cantik, tulisan ini hanya sebagai muhasabah terutama khusus untuk diri pribadi dan bagi orang lain. Allahu 'alam bi shawab

So, How cute are you ?

Makassar, 6 mei 2008 menjelang isya
Indah Fitriyani Moidady

Labels:

posted by Indah Moidady at 8:54 PM 1 comments

Thursday, August 09, 2007

Oh Cinta

"Jatuh cinta...berjuta rasanya biar siang biar malam amboi rasanya" Gitu kalli ye syair yang biasa kita dengar di TV atau di mana saja.Kalau sudah cinta hari - hari terasa lebih indah (Cie....) Kata orang seh....

Cinta, bisa hinggap dimana saja dan kapan saja.tidak milih - milih tempat, situasi atau pun orang.1 kata yang terdiri dari lima huruf ini memang bisa membuat orang yang di hinggapinya berbunga – bunga (ada mawar, melati, tulip, anggrek, bunga matahari, kamboja, pokoknya semua bunga terkecuali bunga bank hehehehe).Bahkan,dapat merubah orang yang dihinggapinya.Yang tadinya pemalas bisa jadi rajin, yang tadinya suka marah - marah bisa jadi lembut.siapa saja bisa jatuh cinta

Jangan pikir para aktivis dakwah sekalipun tidak bisa jatuh cinta.

(Hayo yang lagi senyum - senyum baca tulisan ini...ketahuan yah...)

Malah yah,aktivis dakwah bisa saja di hinggapi cinta yang belum pada waktunya.Ini adalah salah satu cara dari syaitan laknatullah untuk menggelincirkan para pejuang - pejuang ALLAH.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS.An Nuur : 21)

Si Ikhwan akan terbayang - bayang warna jilbab yang di pakai si akhwat atau warna jubah yang dipakai si akhwat "duh akhwat A kalau pakai jilbab selalu matching dengan jubahnya" kata si Ikhwan atau si akhwat terngiang - ngiang suara si ikhwan pada saat pimpin syuro' "Subhanallah waktu si ikhwan A pimpin syuro' subhanallah...syuro' seakan lebih hidup..." saking hafalnya dengan suara si ikhwan walopun dari balik hijab dia bisa mengenali suara si ikhwan maka jadilah,syuro' - syuro' selanjutnya akan terasa lebih indah jika si ikhwan atau si akhwat hadir dalam syuro' tersebut tapi jika si ikhwan atau akhwat yang di impikan tidak hadir maka tidak bersemangatlah ia dalam syuro' tersebut.Nah,kalo sudah seperti ini maka berhasillah syaitan dalam menjerumuskan pejuang - pejuang ALLAH.Karena alasan kita dalam mengikuti syuro' bukan lagi karena ALLAH tapi karena ada si dia.Perasaan seperti ini jangan dibiarkan bersemi karena bisa menjadi bumerang untuk kita, kalau sudah tidak bisa dibendung lagi yah segeralah menikah bagi yang telah sanggup karena Cinta akan jadi mulia jika ia di labuhkan dalam sebuah ikatan yang suci yaitu walimahan (pernikahan).Bagi yang belum siap untuk nikah maka berpuasalah (Hadist).Trus,Cari tempat untuk curhat tapi harus orang yang benar - benar tepat.Jangan curhat ke orang yang malah akan memanas manasi alias membenarkan tindakanmu ini,itu seh namanya menjerumuskan mu...


*Bagi Orang yang Jadi tempat Curhat*


Jangan memanasi - manasi teman yang lagi dihinggapi 5 huruf ini contohnya neh yah..."Cie...yang mau syuro' dengan calon ummi..." atau "eh,akhwat A lagi kena fitnah tuh..selamatkan gih sana" atau kalau si akhwat yang di incar lewat depan mereka,mereka saling memberikan tanda bagi sesama ikhwan atau memberikan nama samaran bagi si akhwat misalnya H5N1 (Ini hanya misalnya loh…) agar mereka bebas bercerita tentang si akhwat tanpa diketahui orang lain.Hal - hal di atas bukannya menolong tapi malah menjerumuskan teman...Tatkala dia mendengar perkataan - perkataan seperti itu maka berbunga - bungalah hatinya... Sebagai seorang teman hendaknya menasehati karena agama ini terdiri dari Nasehat

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad Daarii RA bahwasanya Nabi shallalahu `alaihi wa sallam telah bersabda : “Agama itu adalah nasehat”.Kami bertanya : “Untuk siapa ?” Nabi shallalahu `alaihi wa salam bersabda : “Untuk Allah, kitabNya, Rasul-Nya, imam – imam kaum muslimin dan bagi kaum muslimin umumnya”.Diriwayatkan oleh Imam Muslim

tapi jangan nasehatnya yang bersifat melarang apalagi memvonis contohnya "Ukhti,tidak boleh seperti itu karena itu di larang agama" atau "Akhi,perasaan itu haram hukumnya!!!" orang yang dinasehati bukannya malah sadar tapi malah menjadi ulahnya karena sudah menjadi fitrah manusia jika di berikan larangan maka dia akan melanggar perintah itu,dia ingin tahu apa akibat yang akan dia dapatkan jika dia melanggar larangan tersebut.Sebaiknya,pada saat teman kita lagi curhat tentang cintanya,kita dengar dan simak kata - katanya jangan sekali - kali memotong pembicaraannya,sikap kita yang seperti ini akan membuatnya betah untuk menceritakan masalahnya dengan kita setelah itu,kau mulai menanggapi ceritanya tapi ingat tanggapanmu jangan sampai menggambarkan bahwa kau mendukung tindakannya dan jangan terkesan melarangnya karena orang yang lagi jatuh cinta merasa bahwa semua tindakannya adalah benar,merasa bahwa perasaan yang sedang di alaminya adalah sebuah anugrah dan bukan sebuah kesalahan.


*Bagi Yang sedang jatuh cinta*


Dalam islam tidak ada larangan untuk mencintai orang lain bahkan islam sangat menganjurkan untuk mencintai orang lain

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik RA pelayan Rasulullah shallalahu `alaihi wa salam dari Nabi Shallalahu `alaihi wa sallam telah bersabda : “Tidak sempurna keimanan seseorang di antaramu sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana di amencintai dirinya sendiri” Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Mulim

tapi,jangan di salah artikan hadist ini.Ketertarikan kita pada lawan jenis adalah hal yang normal bahkan sangat normal

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)(QS.Ali `Imran : 14)

malah jika kita tertarik dengan sesama jenis,wah...itu lebih berbahaya lagi...Ingatkan kisah Kaumnya Nabi Luth ??? dan sedikit informasi,bahwa tidak ada kaitan antara gen dengan penyimpangan ini (menyukai sesama jenis) seperti yang di dengung - dengungkan oleh kaum homo dan kaum lesbian di negara barat sana,belum ada sebuah penelitian yang dapat membuktikan pernyataan mereka malah,tindakan mereka itu menjadi penyebab timbulnya penyakit AIDS dan salah satu cara media penyebaran AIDS. Okey,kita kembali ke topik permasalahan.Islam telah memberikan jalan keluar bagi orang yang sedang dirundung cinta yaitu walimahan tapi jika belum siap untuk walimahan dan rasa cinta itu sedang menggebu – gebu dalam hati maka renungkan kalimat - kalimat berikut yang saya kutip (dengan sedikit perubahan untuk penyesuaian) dari sebuah Novel “Ketika Cinta Bertasbih” karya Habiburrahman El Shirazy Perasaan cinta kepada “Seseorang” tidak akan bisa di keluarkan dan di usir dari hati kecuali jika memiliki dua hal yaitu Pertama rasa cinta kepada ALLAH yang luar biasa besar yang menggetarkan hatimu.Sehingga ketika yang ada di hatimu adalah ALLAH, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir.Kedua, rasa rindu kepada ALLAH yang dahsyat sampai hatimu merasa merana.Jika kau merasa merana karena rindu kepada ALLAH, kau tidak mungkin merana karena rindu pada yang lain.Jka kau sudah sibuk memikirkan ALLAH, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain. Mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada ALLAH yang tidak. Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan diterima atau di tolak. Jika di tolak pasti sakit rasanya. Namun jika kau mencintai ALLAH pasti diterima. Jika kau mencintai ALLAH, engkau tidak akan pernah merasa kehilangan.Tak akan ada yang merebut ALLAH yang kau cintai dari hatimu. Tak akan ada yang merampas ALLAH. Jika kau bermesraan dengan ALLAH, hidup bersama ALLAH, kau tidak akan pernah berpisah denganNya. ALLAH akan selalu menyertaimu. ALLAH tidak akan berpisah dari mu. Kecuali jika kamu sendiri yang berpisah dariNya. Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada ALLAH `Azza wa jalla.

Kalau sudah jodoh,yakinlah bahwa ia tidak akan lari kemana

dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita

(QS.An Najm :45)

kalau ingin dapat pendamping hidup yang terbaik harus jadi baik dulu

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).(QS. An Nuur : 26)

Oh iya, ada sebuah tulisan menarik yang saya dapatkan dari File FULDFK yang dikirimkan oleh sesepuh Finansial. Tulisan dari seorang akhwat bernama Gracia Azra Lestari

Virus Merah Jambu


Sangat berbahaya sekali jika menyerang aktivis - aktivis dakwah dengan

status single maupun bagi yang sudah menikah karena bisa menyebabkan menurunnya semangat dakwah dan ketidakharmonisan jamaah dakwah menjadikan terbengkalainya amanah - amanah ataupun bahkan futur bila tidak diteraphy secepatnya.

Sampai saat ini belum diketahui bentuknya, yang jelas sangat halus dan melenakan

ABG (Asli Baru Gede)

>75% remaja ke atas

Sel host : Murabbi

Mutarabbi

  1. Kuantitas dan kualitas interaksi yang berlebihan dengan lawan jenis baik secara langsung/tidak langsung (mis : via SMS, telpon, missedcall, chatting, PM juga mungkin, dll.)

2. Tembak langsung

3. KeGeeRan

4. Bertemu kembali dengan seseorang yg pernah mengisi hati di zaman jahiliah

5. Tergoda

Dan hal ini juga bebeda - beda pada setiap individu

  1. Sering tidak bergejala, tapi biasanya malaise dalam menjalankan amanah - amanah dakwah tanpa ‘si dia’

  2. Sering takikardi kalo ada ‘si dia’

  3. Palpitasi (berdebar - debar)

  4. Nyeri dada bila ada ‘si dia’

Sangat sulit untuk didiagnosa secara cepat karena bersifat laten dan masa inkubasinya bervariasi bagi setiap individu. Mungkin satu - satunya cara dengan sharing (dari hati ke hati)

Belum bisa dilaksanakan karena para ahli masih bingung untuk mengambil sediaan dari mana, gak mungkin kan kalo biopsi hati ato jantung

Pandemic sekitar awal - awal tahun 2000 di seluruh kampus se-Indonesia

-Mempersiapkan ruh untuk berbicara langsung kepada penderita

-Surat tanpa nama berisi tausiyah, bisa juga melalui SMS dengan nomoro baru tanpa

identitas

2. Bila murabbi yang diserang (kita sebagai mutarabbi) :

-Lebih mendekatkan diri kepada Allah

-‘Membasmi’ sumber infeksi

-Menghindari iritasi

Pengendalian diri

1. Serologi

-Ditemukan IgM akut

segera atasi sebelum jatuh ke keadaan kronis

-Ditemukan IgG kronis

>50% jatuh ke futur (WASPADALAH!!!!!)

2. USG

Kardiomegali dan Hepatomegali

3. Rontgen

Perkontinuitatum (secara langsung) dan menjalar ke seluruh tubuh secara hematogen



Labels:

posted by Indah Moidady at 10:34 AM 1 comments

Saturday, December 23, 2006

Indah Bicara Tentang Cinta

Indah berbicara tentang cinta
belum pernah seh jatuh cinta tapi saya mengerti 3 hal tentang cinta
1. Menyintai secara tulus adalah menerima segala kekurangan orang yang kita cintai
2. Cinta adalah pengorbanan.tanpa mengatakan bisa disebut cinta.cinta juga adalah melihat seseorang yang kita cintai bahagia
3. Mencintai berarti kita harus siap untuk menerima segala kekurangan dari orang yang kita cintai tanpa harus menyuruhnya berubah karena didalam cinta tidak ada perjanjian.Jika ada perjanjian berarti itu bukan cinta tapi keterpaksaan


Myspace layouts

Labels:

posted by Indah Moidady at 10:56 PM 0 comments